Pages

Kamis, 20 September 2018

KUMPULAN PUISI KARYA SUGIANTO

BERANDA LIMA TAHUN
Karya : Sugianto

Dari sekian hari yang ku pijaki
Aku masih setia memunguti butiran cinta yang masih tersisa
Walau kita sudah tak lagi dalam satu simpul pengikat
Masa-masa itu masih berkeliaran di otakku.

Inikah yang namanya rindu
Kau paksa hati ini jujur dengan cinta di masa lalu
Bisa jadi aku akan gila dengan semua ini
Dengan cinta yang ini indah tapi juga beban bagiku.

Bukalah jalan menuju masa laluku
Agar perlahan jiwa ini mulai tenang
Akupun memilih tak bahagia
Jika harus air mata sebagai salam perpisahan.

Tuhan matikan aku dalam kebahagiannya
Meski dia tak lagi dalam pelukku
Biarkan aku yang merangkul cintanya dan cintaku
Kuanyam sebagai dinding penghangat malamku

Melaka, 19/09/2018

Selasa, 20 Juni 2017

Puisi Indah Anak Rantau

PELANGI YANG MEMUDAR
Oleh : Sugianto

Di ujung batas mata memandang
Warna itu kini seakan memudar
Tertunduk lesuh tertutup kabut dan malam

Merengek dan meratap bak mendung menunggu hujan
Kini tak lagi kusebut pelangi
Setelah warnamu tak lagi bersatu dalam ragamu

Cerita ini akan indah andai cinta tak berliput harta
Mungkin aku harus merajut benang-benang sutera
Lalu kusulam menjadi selimut yang bisa memberi hangat dalam pelukan malam

Syair indah tak lagi memesona
Bujuk rayu kini sebatas angin berlalu

Andai kau tahu
Bahwa indah itu bukanlah segalanya harus megah
Tapi indah akan tercipta dari serpihan beling-beling kaca yang berubah jadi permata

Dua hati akan bersatu jika menjadi satu rasa
Tujuh warna akan menjadi pelangi jika ia bersatu.

SUNGAI PANCHALA
21/06/2017

Senin, 19 Juni 2017

Cerita Galau Sang Pencinta

SISA SENYUMAN ITU
Oleh : Sugianto

Masih menjadi ilusi dan berhalusinasi
Ketika senyum itu berlalu dengan perlahan
Lalu menghilang di batas jarak pandang

Kepergianmu bukan menjadi luka
Tapi menjadi kenangan yang tak mudah kulupa
Singgasanamu takkan terganti meski tujuh bidari mulai menari
Yang seakan mengikis bibir muara hati
Mendobrak melukai dan membentuk abrasi

Senyum itu masih indah di pelupuk mata
Mengukir sejarah kalahkan  purba
Akankah cerita ini hanya menjadi fosil di masa depan
Menunggu sang tuan yang tak kunjung datang

Senyum itu biarlah jadi milikku
Kusimpan dalam singgasana cinta
Terjaga tertata dan bertahta
Maka tetaplah indah.

BUKIT LANJAN
19/06/2017

Minggu, 18 Juni 2017

CORETAN DI BULAN RAMADHAN

LUKA DI BULAN BERKAH
Karya : Sugianto

Di antara kebisingan ibu kota
Kesibukan warga desa
Telah tergores satu luka
Yang menjadi wabah dan menyisakan luka

Bumi itu kini tandus
Daun di ranting itupun telah mengering
Telantarkan belalang jadi puing-puing
Bersama dosa yang di lukisnya sendiri

Masih pantaskah aku berdiri di bawah cakrawala ini
Setelah sabit kecongkakan melukai kuasa-Mu

Aku yang tak bisa jadi pemenang
Merebut fitrah di ujung ramadhan
Biarkan bersimpuh terhunus pedang
Dan menghapus dosa walau mungkin tak di pandang

Ramadhan kini telah menyingsing
Suara takbirpun telah bergeming

Lupa lupa lupa
Luka luka luka
Duka duka duka
Dosa dosa dosa

Itulah hadiah yang pantas ku terima
Setelah ku petik bunga yang masih ranum.

DAMANSARA,
18/06/2017


Kamis, 15 Juni 2017

Sajak Indah Sang Pemimpi

GURAUAN MIMPI
Karya : Sugianto

Jika itu mungkin
Maka biarkanlah purnama kutelan dalam raga
Menjadi biang cahaya sorotan ribuan pasang mata
Dan karunia para sejoli yang sedang bercinta

Lalu aku berdiri di antara kawula
Yang melihat senja menunggu purnama
Hadir sekejap lalu pergi tanpa isyarat

Lalu apakah mustahil
Jika aku bermimpi mengurai hujan menangkap petir
Hanya karena aku sebutir kerikil
Yang berdiri di tepi sungai hidup dari mengail

Aku cuma seorang pemimpi yang mengejar angan
Walau mungkin tak pasti
Namun biarkanlah berangan

Kini kupetik bintang menjadi penghias kancing bajuku
Lalu biarkan mentari sendiri dan iri
Karena purnama tak lagi bersamanya

Hanya karena aku berangan maka tak usahlah katakan jangan
Hanya karena aku bermimpi maka pergilah lalu menepi
Permisi.....

DAMANSARA
15/06/2017

Senin, 12 Juni 2017

MAHALNYA HARGA GADIS

BIAR KUTAWAR HARGA PEREMPUANMU
Karya : Sugianto

Kalau tuan pernah muda maka kita pernah berjumpa
Kalau tuan pernah mencinta maka kita telah saling mengenal
Kalau tuan pernah merindu kini aku datang menyapamu
Dan tuan boleh memandang masa muda tuan dari wajahku

Harga daging sudah naik
Bukan berarti harga daging manusia juga naik
Harga bahan bakar naik
Bukan saya ingin membakar manusia
Harga Sembako juga naik
Sayapun tak memakan manusia

Tuan turunkan harga perempuanmu untukku
Tuan, bukan jaminan kelanggengan suatu hubungan dengan harga yang tinggi
Tuanpun tak memberi jaminan atas perilaku perempuanmu
Tuan juga tak memberi garansi atas kerusakan fisik dari perempuanmu
Sanggupkah tuan mengembalikan mahar yang kami berikan saat perempuanmu tak cantik lagi

Maka biarkan kutawar harga perempuanmu
Tanpa merendahkan martabatmu

DAMANSARA
12/06/2017

Minggu, 11 Juni 2017

Puisi Cinta Pujangga Lata

RINDU PADA CINTA
Karya : Sugianto

Pada cinta-cinta yang melata
Pada rindu-rindu yang memburu
Buta oleh cinta
Kaku oleh rindu

Separuh jiwa yang tertawan dalam cinta
Berontakkan otak di luar watak
Hanya hitam yang akan binasakan kekuatan belenggu cinta
Pada gelang-gelang pengikat tawan

Engkau dekat dalam kasih sayang
Di pertuhankan penganut aliran cinta gila
Engkau rindu jauh tinggalkan sendu
Diburu petualang lari tersandung cemburu

Tetaplah menjadi mimpi indah di sepanjang tidurku
Yang takkan ku biarkan pergi walau sekelip pandang
Tetaplah menjadi ada sepanjang aku mau
Agar bisa ku ukir dalam sajak cinta dan menjadi nyanyian dalam syair cinta

DAMANSARA,
11/06/2017